Tampilkan postingan dengan label Mancing ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mancing ikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

Cara Memancing udang galah

Peralatan Mancing Udang Galah
Berikut ini peralatan yang diperlukan untuk mancing udang galah:
1. Joran atau rod dengan ujung yang lentur dan sensitif serta ring atau cincin yang kecil.
2. Reel spining kecil ukuran kolam, bisa juga menggunakan penggulung kayu.
3. Line berupa monofilamen tipis, ukuran 1-2lbs pada mainline dengan leader 2-8 lbs.
4. Kail yang digunakan adalah kail khusus udang atau circle hook tanpa kait (barbless) dengan nomor 9-12.
5. Timah pemberat kecil dengan stoper. Timah jangan terlalu berat, yang penting tidak terbawa arus.
Umpan
Umpan yang digunakan untuk mancing udang galah biasanya cacing tanah, cacing susu, cacing bakau, bahkan anak udang. Sementara untuk chumming digunakan kelapa bakar yang dipecah-pecah.
Spot Udang Galah
Memancing udang galah sebaiknya tidak pada saat air pasang dan cuaca dengan curah hujan cukup tinggi. Waktu terbaik mancing udang galah ialah pada saat kemarau dan air surut. Biasanya udang sangat agresif pada malam hari. Tempat favorit bagi udang biasanya diantara kayu log/glondongan yang terendam di sungai. Biasanya ini terdapat pada sungai-sungai di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Irian dll. Selain itu Udang galah juga sering bermain pada dasar sungai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan spot udang galah didasar sungai adalah seperti berikut:
1. Kenali struktur dasar sungai tempat dimana kita memancing. Selalunya dasar sungai berbentuk lika liku dan beralun-alun.
2. Pada tikungan sungai lazimnya aliran air agak perlahan atau alirannya tidak terlalu deras.
3. Pada arus deras menandakan kawasan tersebut lebih dalam, manakala aliran perlahan pula adalah sebaliknya.
Mancing Gembira: Spot Udang GalahPosisi udang bermain pada arus yang cukup deras
Pola Makan Udang
Berikut ini adalah ciri khas atau kebiasaan makan udang galah:
1. Apabila udang galah beratnya lebih 300 gr maka umpan akan langsung dilarikan dan ujung joran akan langsung menukik.
2. Untuk udang ukuran sedang biasanya sewaktu umpan dimakan, leader akan dipegang dan ditarik-tarik menggunakan capitnya sehingga ujung joran akan terangguk seperti ikan kecil yang makan.
3. Untuk udang yang berukuran kecil biasanya pola makannya hampir sama dengan yang berukuran sedang, oleh karena itu sering – seringlah mengecek dengan menaikkan ujung joran dan apabila berat atau ada tarikkan maka umpan sedang dimakan.
Memancing udang galah harus sabar, lembut dan penuh perasaan. Pada saat umpan dimakan oleh udang, joran akan melengkung, yang perlu kita lakukan tahan saja jangan digentak karena akan membuat mulut udang robek. Angkat joran pelan-pelan sambil menggulung reel pelan-pelan dengan posisi ujung joran diatas udang sehingga line tegak lurus dengan permukaan air. Udang bisanya jika terkena pancing akan mundur kebelakang dan membengkokan tubuhnya, jika digentak atau ditarik terlalu kencang akan membuat mulutnya sobek terkena kail.
Pada saat udang berhasil dinaikan keatas jangan pernah menyentuh atau memencet ekor udang karena terdapat semacam sungut yang cukup tajam serta kepala udang terdapat tanduk yang bergerigi yang cukup maknyos kalo nancep di jari. Sementara capitnya tidak terlalu berbahaya asal tidak terkena ujung capitnya saja.

Rabu, 25 April 2012

Trik Mancing Nila Yang Mogok Makan

Mancing Nila Yang Lagi Mogok Makan
Dewasa ini banyak jenis ikan nila, ada gips, nila biru, nila merah, nila batu, nila hitam dll. Ikan nila termasuk ikan predator dengan tingkat resistensi yang tinggi, ia bisa hidup dan berkembang pada perairan rawa, air payau di daerah pasang surut sampai di pegunungan, sebetulnya ikan nila bukanlah asli ikan Indonesia menurut beberapa teori ia berasal dari Afrika melintas laut sampai di Indonesia.
Mancing ikan nila gampang-gampang susah, kalau ia lagi mood begitu pancing dilempar langsung disogotnya sayangnya mood ikan ini tidak setiap waktu, kalau ia sedang mogok makan walaupun umpan kita lempar di depan mulutnya ia cuek aja, alih-alih makan umpan ia malah kabur, sungguh menjengkelkan, tapi kalau anda tau triknya ternyata mancing nila sangat mudah walaupun ia lagi mogok makan, mau tau triknya? bacalah dengan seksama petunjuk di bawah ini.
Trik mancing ikan nila yang lagi mogok makan:
  1. Pastikan sirkulasi air berjalan lancar, agar kadar oksigennya maksimal
  2. Buatlah kondisi air agar agak keruh sedikit
  3. Gunakan umpan cacing (dianjurkan pake cacing cau/ cacing yang hidup di pohon pisang yang sudah busuk) atau gunakan umpan lumut (sebelumnya lumut dicampur cuka dan garam)
  4. Pastikan joran anda mudah dilempar, jangan pakai bandul terlalu besar kecil aja agar waktu dilempar ikan tidak kabur
Cara mancingnya: Lemparkan kail melewati gerombolan ikan, pastikan sampai ke dasar, lalu tarik pelan-pelan, nah ketika kail ditarik pelan-pelan, maka cacing atau lumut akan bergoyang-goyang, goyangan ini menggoda ikan, maka dengan reflek ia akan menyambar umpan tersebut, dan secara otomatis ikan akan tersangkut kail, selamat mencoba.
(shooving.com)

Minggu, 22 April 2012

tehnik 3 mata pancing

eknik Merangkai dan Mengikat Kail




Cara membuat rangkaian pancing :
  • Sediakan kenur leader (pengikat kail) sekitar 50 cm dan kili-kili, masukkan ujung kenur dua kali (2x), sisi yang berujung pendek +/- 15 cm. (gambar “a”).
  • Dengan sisi yang panjang, lilitkan sebanyak 10x (b) masukkan ujungnya ke celah tekukan kenur. Tahan sisi pendek tarik sisi panjang sampai mengetat (c).
  • Simpulkan kedua ujungnya secara renggang +/- 20 lilitan simpul (d). Buat celah di tengah lilitan simpul tadi, lalu masukkan mulai dari kili-kilinya hingga rapat di batas ikatan pertama yang mengetat (e).
  • Tarik perlahan-lahan kedua ujungnya, bantu meratakan dengan jari sampai ketat (f). Sampai di sini berarti telah dapat dihasilkan rangkai pancing 2 cabang.
  • Untuk membuat 3 cabang dst. Ambil bagian kenur yang panjang, tekuk kenur simpulkan 3~5x (g), atur jarak ikatan ini dengan kili-kili ini lebih pendek dari sisi yang satunya. Ketatkan simpul tersebut, potong rata hingga seperti gambar (h).
  • Ulangi menyimpul renggang 20 lilitan seperti pada (d) tadi dan masukkan ke celah lilitan mulai dari kili-kili hingga batas ikatan mengetat yang kedua (i).
  • Tarik kedua ujung perlahan-lahan, ratakan hasil ikatan yang mengetat bila perlu bantu dengan jari. Hingga akhirnya terbuatlah rangkaian 3 cabang (j).
Untuk membuat 4, 5 cabang dst., gunakan kenur leader lebih panjang lagi dan pada saat membuat simpul seperti gambar (g) potonglah kenur hingga menghasilkan sisi pendek kira-kira 15 cm dan sisanya menjadi sisi yang panjang untuk membuat cabang selanjutnya.
ilustrasi cara mengikat kail
Cara mengikat kail :
I. Tekuk kenur pengikat kail, satukan dengan mata kailnya dan pegang dengan ibu jari dan telunjuk kiri.
II. Buat lilitan hingga batang kail dan tekukan kenur masuk ke dalam lilitan.
III. Lilitan untuk leader yang agak besar cukup 5 lilitan, semakin kecil ukuran leader semakin banyak jumlah lilitannya.
IV. Tarik ujung dan pangkal kenur hingga mengetat.
Periksa apakah ikatan yang mengetat tadi masih dapat meloloskan kenur, bila masih sebaiknya ulangi lagi. Maksimalkan kekuatan ikatan dengan meneteskan power glue.
Kenur yang dipakai membuat rangkaian sebaiknya menggunakan kenur khusus leader atau untuk mengikat kail, biasanya warnanya hitam, agar tidak mudah melintir.
Diameter kenur sesuaikan dengan kebutuhan dan nomor kail. Kail kecil dengan kenur yang kecil atau sebaliknya.


Cara Ikan Makan

Cara Ikan Makan Umpan & Pemilihan Mata Kail

Cara IKan Memakan Umpan
Cara Ikan Memakan Umpan
Setiap species ikan mempunyai cara tersendiri memakan umpan, ada yang menyambar, ada juga yang mencuit atau meroteh, ada jenis ikan yang menghisap masuk umpan dan lainnya. Mengenal cara ikan makan umpan adalah penting sekali dan ini akan membantu kita memilih mata kail yang sesuai untuk memacingnya. Cara-cara ikan memakan umpan adalah:
1. Menyambar
Jenis ikan menyambar adalah jenis ikan yang bergigi tajam atau jenis ikan “predator” yang akan makan umpan saat bergerak, entah ikan itu sendiri yang bergerak atau umpannya yang bergerak. Ini selalu berlaku saat kita memancing dengan teknik trolling, casting, atau memancing dengan umpan hidup (live baiting) maupun umpan tiruan. Beberapa jenis ikan yang memiliki pola tingkah seperti ini, antara lain: Ikan Alu Alu, Haruan Tasik, Ikan Yu, Ikan Siakap, Tenggiri, Gerepoh atau GT dan lain lain lagi.

Bagi ikan jenis ini dianjurkan menggunakan mata kail dari jenis “Tuna Hook” atau “Big game Hook”  yang mana matanya menegak lurus kepangkal. Ini disebabkan apabila ikan tersebut menyambar umpan, mata kail akan terus mencankuk pada ikan tersebut. Jenis mata kail ini juga mempunyai daya ketahanan yang kuat dan tidak akan bengkok saat hentakan. Kajian menunjukkan bahawa apabila ikan menyambar umpan, kekuatan hentakan adalah lebihckurang 10 kali berat badan ikan tersebut. Misalnya, berat badan ikan itu adalah 10 kg maka kuasa atau berat hentakannya adalah lebih dari 100 kg. Jadi bayangkan sekiranya mata kail itu tidak kuat maka ikan akan terlepas.
2. Ragut
Ragut berarti jenis ikan yang memakan umpan yang tidak bergerak ketika ikan tersebut akan mengambil umpan dan melarikan diri. Ini berlaku saat kita memancing dasar (bottom fishing) atau mengambur (drift fishing) dimana kita mengunakan umpan yang mati. Kebanyakan ikan berkelakuan begini dan diantaranya adalah ikan Jenak, ikan Merah, Pari, Ebek dan bermacam macam lagi. Bagi jenis ikan ragut ini, mata pancing yang baik adalah dari jenis kail yang matanya membengkok sedikit atau dari jenis kail yang disebut ” circle hook”. Circle hook adalah sejenis kail yang dibuat khusus untuk mengcakuk ikan hanya pada mulutnya.
Walau bagaimana pun pengunaan kail jenis ini sedikit berbeda dari kail yang lain, dimana kita tidak boleh menyetaknya. Apabila ikan menarik umpan kita hanya perlu mengencangkan kekiri dan menegangkan tali pancing saja. Kail jenis ini akan mengena secara tersendiri apabila ikan bergerak kepermukaan, oleh sebab itu kail ini mempunyai bengkok dimatanya, sehingga tidak mungkin untuk ikan bisa melepaskan diri. Kelebihan lain pada penggunaan kail jenis ini adalah ikan yang terkena kail ini dapat dilepas kembali hidup-hidup karena ia hanya akan tersangkut pada mulut dan tidak melukai ikan tersebut.
3. Memangut (Nibblers)
Ikan yang makan secara memangut adalah ikan yang makan dan berada ditempat itu. Ikan jenis ini tidak bergerak sewaktu memakan umpan, oleh karena itu amatlah susah untuk kail mengaita ikan tersebut dengan tersendirinya. Jenis ikan yang suka memangut adalah, ikan gelama, ikan duri dan anak anak ikan atau ikan yang berukuran kecil. Bagi ikan yang suka makan begini sebaiknya menggunakan kail jenis lurus atau mempunyai mata yang mendonggak ketepi (off set point). Selain itu, sebaiknya mata pancing yang digunakan janganlah terlalu besar. Untuk mendapat ikan jenis ini kita perlulah cepat menyentaknya ketika diduga ikan memakan umpan.
4. Menghisap (Sucking)
Ada pula ikan yang menghisap umpan kedalam mulutnya seperti, ikan kerapu, gongbelang, pelata bali, dan masih banyak lagi. Ikan jenis ini ada yang mempunyai gigi tajam dan ada juga yang mempunyai insang yang tajam untuk memotong umpan selepas umpan masuk kemulutnya. Bagi ikan dari jenis ini sebaiknya menggunakan kail yang mempunyai tangkal yang panjang.

Senar Pancing

Tips Memilih Senar Pancing

Untuk menyalurkan hobi memancing atau berwisata memancing di Kepulauan Seribu, salah satu alat pancing yang sangat vital adalah senar pancing. Agar supaya tidak putus ketika pancing kita disambar ikan, pastinya kita harus memilih senar pancing yang tepat dan berkualitas.
Senar atau Line ini sendiri, adalah suatu tali terbuat dari bahan khusus yang digunakan untuk memancing. Di senar atau Line inilah kail (hooks), pelampung (floats), timah (sinker) dan asesoris lainnya ditempatkan.
Ada dua bagian senar yaitu main line dan hook line. Pemakaian senar juga harus kita sesuaikan dengan tujuan atau apa yang ingin kita dapatkan ketika kita memancing, apakah ikan kecil atau ikan besar. Dari jenis ikan yang akan kita pancing inilah diameter senar kita sesuaikan.
Hal pertama yang perlu diketahui dalam memilih senar adalah kualitas dari bahan senar tersebut yang masing-masing senar mempunyai ciri khas tertentu. Semakin bagus kualitas senar yang kita pakai, sudah pasti semakin mahal harganya.